
Muaro Jambi - Dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih humanis, menyentuh hati, dan menumbuhkan semangat belajar yang mendalam, MTsN 1 Muaro Jambi menyelenggarakan kegiatan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning dengan tema " Implementasi Deep Learning dan Desain Pembelajaran Kurikulum Cinta ". Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu, 13-14 Desember 2025, dan diikuti oleh seluruh guru sebagai bentuk refleksi dan peningkatan kapasitas pendidik dalam menyikapi tuntutan zaman serta kebutuhan spiritual peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung di ruang Aula madrasah ini dibuka dengan penuh khidmat. Dipandu oleh Cane Pefilenti, S.Pd, acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah yang dipandu oleh Aziza, S.Pd.
Sambutan pertama disampaikan oleh Wakil Kepala MTsN 1 Muaro Jambi sekaligus sebagai Ketua Tim PKB, Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk menanamkan nilai-nilai kasih sayang, semangat kolaboratif, dan memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran yang mendalam atau deep learning.

Pada kesempatan tersebut ia melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 29 orang guru dan dibiayai dari anggaran DIPA MTsN 1 Muaro Jambi nomor 521211. Ia berharap agar kegiatan ini menjadi ladang amal dan mempererat silaturahmi antar pendidik.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 1 Muaro Jambi, Dra. Barianti, M.Pd.I., memulai dengan mengajak para guru untuk mensyukuri nikmat sehat dan kesempatan. Ia menekankan bahwa syukur adalah dasar dari karakter yang bertanggung jawab. Pendidikan, menurutnya, seharusnya mengajarkan bagaimana menggunakan seluruh potensi diri sesuai dengan fungsi penciptaannya.
Beliau menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta memiliki tiga pilar utama yang harus menjadi pegangan guru:
1. Cinta kepada Tuhan (Tauhid/Iman)
Pendidikan harus membangun kesadaran spiritual, memperkuat hubungan vertikal siswa dengan Sang Pencipta, dan memberikan ruang dialog dalam menggali pertanyaan-pertanyaan keimanan.
2. Cinta kepada Diri dan Sesama
Guru harus mendidik siswa untuk menghargai dirinya sendiri, menghormati perbedaan, dan membangun rasa empati dan toleransi dalam kehidupan sosial.
3. Cinta kepada Ilmu Pengetahuan
Guru tidak hanya mentransfer informasi, tetapi menanamkan rasa ingin tahu, kegigihan belajar, dan keteladanan mencintai ilmu melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan workshop dilanjutkan oleh pemateri pertama dengan suasana hangat dan penuh semangat. Para peserta menyampaikan apresiasi atas materi dan suasana kegiatan yang inspiratif. Harapan besar tertanam bahwa melalui kurikulum berbasis cinta dan pendekatan deep learning, MTsN 1 Muaro Jambi akan terus tumbuh menjadi madrasah yang mencetak generasi cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual.
|
37x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...